Berita Kota

Darurat Antraks di Gunungkidul: 12 Ternak Terinfeksi, Pemkab Segera Ambil Tindakan

Darurat Antraks di Gunungkidul: 12 Ternak Terinfeksi, Pemkab Segera Ambil Tindakan – Gunungkidul, 5 Juli 2023 | Sebuah kekhawatiran muncul di Kabupaten Gunungkidul setelah ditemukan kasus antraks pada ternak di wilayah Jati Semanu. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul telah mengonfirmasi bahwa 12 ekor ternak di daerah tersebut dinyatakan positif terinfeksi antraks. Kami telah melakukan wawancara dengan narasumber terkait untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang situasi ini.

Darurat Antraks di Gunungkidul adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Penularannya terutama melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau produk-produk hewan yang terkontaminasi. Ketika penyakit ini menyerang ternak, bisa berdampak serius pada populasi ternak dan dapat berisiko bagi kesehatan manusia.

Darurat Antraks di Gunungkidul
Darurat Antraks di Gunungkidul

Tanggapan Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul

Dalam wawancara dengan drh. Susilo, Kepala Dinas Peternakan Gunungkidul, beliau menjelaskan tentang temuan kasus antraks di Jati Semanu. “Kami telah menerima laporan dari peternak di daerah tersebut bahwa beberapa ternaknya menunjukkan gejala sakit yang mencurigakan,” ujar drh. Susilo. “Kemudian, kami melakukan pemeriksaan laboratorium dan hasilnya menunjukkan adanya infeksi antraks pada 12 ekor ternak.”

Pemkab Gunungkidul telah segera mengambil tindakan preventif untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Tim kesehatan hewan dikerahkan untuk melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap ternak di sekitar area yang terinfeksi akibat Darurat Antraks di Gunungkidul. Selain itu, dilakukan juga upaya peningkatan kebersihan di kawasan tersebut, seperti pemusnahan jenazah ternak yang terinfeksi dengan cara yang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.

Baca Juga: Pelatihan Digital Marketing di Joglo Kawruh, Mendorong Generasi Muda Upgrade Skill

Kami juga berkesempatan mewawancarai seorang peternak di Jati Semanu, Bambang Sutomo, yang salah satu ternaknya terinfeksi antraks. Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kesehatan ternaknya dan dampak ekonomi yang bisa ditimbulkan. “Saya sangat khawatir dengan kondisi ini. Ternak saya adalah sumber penghasilan utama keluarga saya,” kata Bambang. “Saya berharap pemerintah dapat memberikan bantuan dan tindakan yang cepat untuk mengendalikan penyebaran penyakit ini.”

Himbauan Pemkab Gunungkidul

Pemkab Gunungkidul juga telah mengimbau kepada masyarakat yang memiliki ternak di sekitar area terinfeksi untuk melaporkan jika ada ternak yang menunjukkan gejala sakit yang mencurigakan. Langkah-langkah pencegahan seperti vaksinasi dan kebersihan kandang yang baik juga dianjurkan kepada para peternak.

Baca Juga: Event terbaru di Jogja – Gelar Produk Nasional Menggairahkan UMKM

Dr. Wulan, seorang dokter hewan yang terlibat dalam penanganan kasus Darurat Antraks di Gunungkidul ini, menekankan pentingnya kesadaran akan kesehatan hewan dan kebersihan lingkungan. “Kami bekerja sama dengan Dinas Peternakan dan Dinas Kesehatan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada peternak dan masyarakat tentang pencegahan antraks,” kata Dr. Wulan. “Kami juga sedang melakukan survei aktif untuk mengidentifikasi dan mengisolasi kasus-kasus antraks potensial.”

Saat ini, Pemkab Gunungkidul sedang berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti Dinas Kesehatan dan Dinas Pertanian, untuk mengambil langkah-langkah lebih lanjut dalam penanganan Darurat Antraks di Gunungkidul ini. Diharapkan dengan upaya bersama, penyebaran penyakit dapat dikendalikan dan masyarakat dapat segera pulih dari dampak yang ditimbulkan.

toko online murah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button